Balada Qatar

Balada Qatar

Oleh : Dandhy Dwi Laksono Dalam perjalanan ke Jerman, pesawat Qatar Airways yang kami tumpangi singgah di ibukota, Doha. Sejak memasang sabuk pengaman, aroma kemakmuran sudah meruap di kabin. Video petunjuk keselamatan penerbangan diperankan para pemain klub bola Barcelona yang kontrak pemasangan logo di kaosnya saja mencapai Rp 1,17 triliun per tahun. Bandingkan dengan nilai logo Emirates milik Uni Emirat Arab di kaos Real Madrid yang hanya Rp 507 miliar per tahun. Negara ini bersama sekutu tradisionalnya, Saudi Arabia, ikut memutus hubungan diplomatik dengan Qatar karena dianggap terlalu dekat dengan…

Read More

Pengamat Kritik Penurunan Laba PLN Disebabkan oleh Tax Amnesty

Pengamat Kritik Penurunan Laba PLN Disebabkan oleh Tax Amnesty

Jakarta, ENNews (13 April 2017) – Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI) Ferdinand Hutaean menyatakan PT PLN (Persero) harus lebih terbuka terkait penurunan laba bersih 2016. “PLN harus lebih terbuka. Tidak bisa PLN menjadikan tax amnesty sebagai penyebab penurunan laba bersih. Karena hal ini sama artinya PLN sedang beropini bahwa tax amnesty bermasalah, yakni dengan menjadikan beban bagi perusahaan lokal, baik BUMN maupun swasta,” katanya. Menurut dia, aset PLN mengalami peningkatan setelah revaluasi aset, namun peningkatan tersebut, seharusnya juga menaikkan pendapatan dan keuntungan. “Lagi pula, seberapa besar sih tax amnesty…

Read More

Kemelut Freeport, Fakta Gagal Pahamnya Kabinet

Kemelut Freeport, Fakta Gagal Pahamnya Kabinet

Kemelut yang terjadi sekarang atas Kontrak Karya PT Freeport Indonesia seharusnya tidak perlu terjadi andai kabinet ini tidak gagal paham dalam menyikapi kontrak karya yang masih berlaku. Pemerintah tampaknya salah mengartikan dan memaknai ketegasan yang tepat dan kesalahan yang tegas. Bagi saya kabinet ini terutama yang menangani ESDM yang dikoordinasi Menko Maritim Luhut Panjaitan dan membawahi Menteri ESDM Jonan serta Arcandra Tahar sebagai Wamen ESDM, sangat patut diduga gagal paham tentang letak permasalahan Freeport. Mestinya kita bisa memiliki dan mengambilalih Freeport secara baik dan benar pasca 2021. Keberanian Pemerintah mengeluarkan…

Read More

Meramal Harga Minyak Dunia 2017

Meramal Harga Minyak Dunia 2017

Harga minyak dunia selama dua tahun terakhir ini seperti melihat permainan ‘yo-yo’. Naik dan turun sejak tahun 2015 lalu. Sepanjang tahun lalu harga turun drastis dan kemudian sempat rebound pada awal tahun ini hingga kemudian jari ini bergerak naik dan turun. Meramalkan ke mana arah pergerakan harga minyak untuk jangka waktu panjang bukan pekerjaan yang mudah, tetapi hal tersebut harus dilakukan karena sangat berkaitan erat dengan kondisi ekonomi dunia, untuk menghitung pendapatan negara serta berpengaruh pada stabilitas politik dalam negeri dan juga kawasan. Ada beberapa faktor yang bisa dijadikan sebagai…

Read More

Inilah Pekerjaan Rumah Bidang Energi yang Perlu Diselesaikan Jokowi

Inilah Pekerjaan Rumah Bidang  Energi yang Perlu Diselesaikan Jokowi

Jakarta, ENNews (25 Oktober 2016) – SELAMA dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, sejumlah kebijakan di bidang energi patut diapresiasi. Salah satunya adalah pembubaran Petral, anak usaha Pertamina, sebagai upaya untuk meningkatkan efisiensi pengadaan minyak mentah untuk kebutuhan dalam negeri. Kebijakan lain yang menonjol adalah penghapusan subsidi untuk premium, lalu subsidi solar dibuat menjadi subsidi tetap Rp 1.000/liter.  Pemangkasan ini membuat keuangan negara lebih sehat. Upaya penyederhanaan izin pun patut diapresiasi.  Sudah banyak izin yang dihapus, dibuat online, maupun dibuat satu pintu di Pelayanan Terpadu…

Read More

Heboh Minyak Bodong Glencore ke Pertamina: Siapa Tanggung Jawab?

Heboh Minyak Bodong Glencore ke Pertamina: Siapa Tanggung Jawab?

Jakarta, ENNews (29 September 2016) – Suplai minyak bodong dari Glencore kepada PT Pertamina (Persero) kian menghebohkan. Betapa tidak, komposisi minyak mentah yang dipesan jauh melenceng dari spesifikasi seperti tertuang dalam kontrak. Diketahui, minyak mentah tersebut rencananya akan dipasok sebanyak 4 kargo untuk kebutuhan kilang Pertamina. Yakni, minyak mentah “aseng” sebanyak 600 ribu barel untuk kilang Balongan, dan minyak 600 ribu barel “Bonny Light” untuk kilang Balikpapan. Faktanya, minyak yang didatangkan adalah minyak oplosan Sarir dengan Mesla sebanyak 1.2 juta barel dengan komposisi terbalik yang perbandingan seharusnya 70% Sarir dan…

Read More

Plus Minus Akuisisi PGE oleh PLN

Plus Minus Akuisisi PGE oleh PLN

Oleh Ferdinand Hutahaean (Dir. Eksekutif Energy Watch Indonesia) Rencana akuisisi Pertamina Geothermal Energi oleh PLN sampai saat ini belum memiliki alasan dan urgensi yang tepat. Entah apa yang ada dalam pikiran Mentri BUMN bersama Dirut PLN, sehingga berani mencoba akuisisi 50% saham PGE yang dimiliki Pertamina. Publik tahu, PLN saat ini sedang kesulitan likuiditas, kesulitan modal kerja dan kesulitan mencari pinjaman. Dengan begitu, apa yang mendasari PLN berani mengakuisisi PGE? Jangan-jangan ini bukan akuisisi tapi pengalihan berkedok akuisisi. Jika demikian, ini tidak lebih dari perbuatan maling dengan tipu muslihat. Sebagaimana…

Read More

Menteri ESDM dan Anomali Pemberantasan Mafia Migas

Menteri ESDM dan Anomali Pemberantasan Mafia Migas

Oleh  Ferdinand Hutahaean (Direktur  Eksekutif Energy Watch Indonesia) Presiden Jokowi dengan hak perogratifnya telah kembali merombak kabinetnya minggu lalu. Salah satu yang paling menjadi sorotan publik adalah penggantian menteri ESDM dari Sudirman Said ke Archandra Tahar yang selama 20 tahun hidup di negeri orang nun jauh di Amerika sana dan bekerja di sebuah perusahaan bernama Petroneer yang spesialisasi teknologi kilang pengolahan off shore. Periode waktu yang cukup lama Archandra Tahar bermukim di Amerika sedikit banyak pasti membuat beliau butuh waktu untuk menguasai seluk beluk sektor energi, mineral dan sumber daya…

Read More

Dharmo Pimpin SKK Migas, Presiden Jokowi Bakal Terleceh

Dharmo Pimpin SKK Migas, Presiden Jokowi Bakal Terleceh

Baru dalam hitungan hari Mentri ESDM Archandra Tahar memimpin sektor Energi dan Sumber Daya Mineral sudah berhasil menciptakan kontroversi yang membuat kita mengernyitkan dahi sekaligus bertanya-tanya apa maunya Menteri Tahar ini. Kontroversi pertama dimulai munculnya Johannes Widjanarko dalam rapat pimpinan dan bahkan saat ini berperan aktif di Kementrian ESDM. Ada celetukan kabarnya Widjanarko ini adalah sosok yang mengatur menteri Tahar. Ini bahaya jika benar. Widjanarko ini adalah sosok bermasalah dan pernah diberhentikan oleh Mentri ESDM atas nama negara. Ini namanya bangkit dari kubur. Keterlibatannya dalam suap Rudi Rubiandini menjadi catatan…

Read More

Perombakan Kabinet Kedua Menjadi Neoliberal Sejati

Perombakan Kabinet Kedua Menjadi Neoliberal Sejati

Perombakan Kabinet Kedua Menjadi Neoliberal Sejati Oleh Ichsannudin Noorsy (Pengamat Ekonomi) Jakarta, ENNews (28 Juli 2016) – Setelah gagal mengatasi gejolak melambannya perekonomian nasional yang memburuk namun tegar menghadapi vonis Pansus Pelindo II pada Desember 2015, Presiden Joko Widodo melakukan perombakan personalia yang kjedua Kebinet Kerja. Kembalinya Sri Mulyani Inderawati sebagai Menkeu, lalu Tom Lembong sebagai Ketua BKPM yang mengeliminasi Franky Sibarani, Airlangga Hartarto sebagai Menteri Perindustrian yang menggantikan Saleh Husin, Enggartiasto Lukita sebagai Menteri Perdagangan yang menggeser Tom Lembong dan bertahannya Rini Soemarno sebagai Meneg BUMN mengindikasikan, kiblat kebijakan…

Read More