Harga Gas Industri, How Low Can You Go?

Harga Gas Industri, How Low Can You Go?

Pemerintah berjanji akan menurukan harga gas industri maksimal US$ 6 per mmbtu akhir bulan nanti. Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto menyatakan, tiga sektor itu sudah disepakati, sementara harga gas industri untuk sektor-sektor strategis lain masih dibahas. Yakni, industri keramik, kaca, oleochemical, sarung tangan karet, pulp dan kertas, makanan dan minuman, tekstil dan alas kaki, serta farmasi. Insentif lebih dulu diterima sektor pupuk, petrokimia, dan baja. Saat ini, tim kecil yang dibentuk sejumlah kementerian masih membicarakan berbagai strategi teknis untuk menurunkan harga gas industri. Tim diberi tenggat sampai sepuluh hari untuk memberikan…

Read More

Setelah Arcandra Tahar Dibongkar

Setelah Arcandra Tahar Dibongkar

Bogor, ENNews (04 September 2016) – Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar diwacanakan kembali menduduki kursi kementerian energi setelah diberhentikan Presiden karena memiliki dua kewarganegaraan.  Kampanye mendukung Arcandra gencar dilakukan baik secara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan. Sore itu Kamis, 8 September 2016 Grand Ball Room Hotel Dharmawangsa, Kebayoran Baru cukup meriah. Didominasi warna putih, warga yang tergabung dalam organisasi massa pendukung Jokowi (Projo), dengan sabar menunggu mantan Menteri ESDM, Arcandra Tahar yang akan berdiskusi seputar Kedaulatan Energi Indonesia. Tak lama berselang, Arcandra datang. Ia kemudian memulai presentasi,…

Read More

Menyambut Bali Clean and Green Province

Menyambut Bali Clean and Green Province

Bali, ENNews (09 Agustus 2016) – Bali terus menggeliat, seiring dengan pertumbuhan industri wisata yang melejit. Dampaknya kebutuhan listrik di Pulau Dewata ini terus meroket, bahkan tertinggi di antara sistem interkoneksi Jawa-Bali. PLN mencatat beban puncak daya listrik mencapai rekor tertinggi yakni 24.461 MW. Peningkatan tahun ini lebih cepat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Saat ini, daya mampu sistem Jawa-Bali mencapai 31.614 MW atau masih surplus 7.153 MW. konsumsi dan jumlah pelanggan. Bisa dibayangkan betapa besarnya kebutuhan listrik di Bali. Oleh karenanya masyarakat Bali perlu kesadaran dalam menghemat energi karena kebutuhan listrik…

Read More

Matinya Bisnis LNG

Matinya Bisnis LNG

EDITORIAL Juli 2016 – Gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) merupakan salah satu komoditi ekspor yang menjadi salah satu andalan perekonomian nasional karena kontribusinya bagi pendapatan nasional dan penyumbang devisa yang cukup besar bagi Indonesia. Besarnya pasar internasional menyebabkan komoditi LNG Indonesia mempunyai prospek dan potensi yang baik di pasar internasional. Kenyataan ini menjadikan struktur pasar gas alam Indonesia lebih didominasi oleh alokasi ekspor dibandingkan dengan alokasi domestik. Bahkan, kalangan industri dalam negeri kerap mengeluhkan kekurangan gas. Menjawab keluhan itu, pemerintah akhirnya menetapkan kebijakan domestic market obligation (DMO)…

Read More

Waspada Anomali Cuaca!

Waspada Anomali Cuaca!

EDITORIAL Juni 2016 – Berada di ekuator, Indonesia hanya memiliki dua musim, hujan dan kemarau. Musim hujan berlangsung Oktober sampai April, musim kering berlangsung dari April sampai Oktober setiap tahun. Tapi hingga Juni 2016, hujan lebat terus mengguyur wilayah Indonesia. Akibatnya terjadi bencana banjir dan tanah longsor di mana-mana. Setahun terakhir masyarakat Indonesia memang telah akrab dengan isu fenomena El Nino, di mana selama tahun 2015 mengalami kekeringan panjang. El Nino telah menghilangkan potensi terbentuknya awan hujan di langit Indonesia. Kemarau tahun lalu melebihi musim kemarau buruk yang terjadi di…

Read More

Proyek Pembangkit 35 GW di Bawah Bayang-Bayang Kegagalan

Proyek Pembangkit 35 GW di Bawah Bayang-Bayang Kegagalan

EDITORIAL Mei 2016 – Mimpi rakyat Indonesia untuk menikmati listrik hingga 100 persen tampaknya bakal tertunda. Program pembangkit listrik 35 gigawatt yang digadang-gadang bisa mempercepat pengadaan strum banyak menemui hambatan. Pemerintah tidak mau berkaca dari pengalaman sebelumnya, di mana dua program pembangkit 10 gigawatt pun gagal tercapai. Di awal peluncuran, program 35 gw ini telah dicap sebagai program ambisius, tetapi pemerintah punya keyakinan yang amat kuat sehingga kritikan yang masuk hanya dianggap angin lalu. Ternyata benar, hampir dua tahun sejak pertama kali diluncurkan, belum ada progress report yang berarti. Dari…

Read More

Lobi Alot Gaya Freeport

Lobi Alot Gaya Freeport

EDITORIAL Februari 2016 – Mbulet. Itulah kata yang tepat untuk mendeskripsikan perilaku bisnis Freeport di Indonesia. Aturan yang seharusnya disepakati, diperdebatkan begitu rumit sehingga bebas dari aturan itu. Begitulah Freeport, selalu ada cara untuk ngeles atau menghindari kesepakatan bahkan peraturan. Perseteruan “papa minta saham” yang sudah memakan tumbal, sebetulnya merupakan bagian dari upaya mbulet itu tadi. Pejabat diadudomba. Semua ini bisa terjadi lantaran kita tidak jeli, mudah pasrah, dan lemah negosiasi. Jika Freeport patuh pada peraturan Indonesia mustinya sejak UU Minerba diberlakukan tahun 2009, Freeport tidak boleh ingkar. Ia harus…

Read More

Freeport, Kelola Negara Kok Coba-Coba

Freeport, Kelola Negara Kok Coba-Coba

EDITORIAL, November-Desember 2015 – Hampir sebulan kisruh perpanjangan kontrak PT Freeport belum reda. Bak virus yang cepat menyebar, para pihak yang terlibat semakin meluas, pasca dibukanya rekaman pembicaraan antara Ketua DPR Setya Novanto, Direktur Utama PT Freeport Indonesia, Maroef Syamsuddin, dan pengusaha papan atas RizaChalid. Awalnya, pemerintah ingin merevisi aturan soal proses perpanjangan tersebut. Dalam aturan yang lama, yakni UU Minerba nomor 4 tahun 2009 perpanjangan hanya bisa dilakukan dua tahun sebelum masa kontrak berakhir. Pasal ini akan diubah sehingga perpanjangan bisa dilakukan 10 tahun sebelum masa kontrak usai. Jika…

Read More

Bersiasat di Saat Sekarat

Bersiasat di Saat Sekarat

EDITORIAL September-Oktober 2015 –   Harga minyak mentah dunia semakin liar terjun ke bawah. Kini berada pada posisi US$ 44 per barel, diprediksi bakal anjlok pada kisaran US$ 20 per barel hingga akhir 2016. “Harga minyak akan terjun pada US$ 20 per barel hingga akhir 2016,” tulis Goldman Sachs di CNN. Goldman merujuk pada tren produksi minyak dari negara anggota produsen minyak dunia, Organisation Petroleum Exporting Countries (OPEC) yang dinahkodai negara-negara Timur Tengah. Arab Saudi, Irak, dan Iran sebagai produsen migas dunia tak akan mengurangi produksinya, bahkan mereka akan memompa minyak…

Read More

Sandyakalaning Bisnis Migas

Sandyakalaning Bisnis Migas

EDITORIAL Juli-Agustus 2015 –  Minyak adalah ibarat darah bagi sebuah negara. Tanpa darah manusia akan mati, tanpa minyak negara akan ambruk. Inilah sandyakalaning bisnis migas. Bisnis migas di tanah air telah memasuki waktu senja kemerahan yang sebentar lagi akan datang kegelapan. Gempuran harga minyak mentah dunia yang terus merosot semakin menambah suram industri minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia. Tak hanya perusahaan migas yang menderita, perusahaan pendukung pun ikut merasakan dampaknya. Pengurangan order dari perusahaan migas merosot hingga 40 persen. Kondisi ini memaksa semua perusahaan mengencangkan ikat pinggang, hanya…

Read More