Infrastruktur Gas Melenceng dari Roadmap

pgbmdplace

Menurut Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Dadan Kusdiana, Kementerian ESDM telah menyusun Rencana Induk Infrastruktur Gas Bumi yang tiap tahun selau direvisi. “Terakhir di-launching Menteri ESDM pada bulan Mei 2017 dalam bentuk buku,” ujar Dadan.

Kepala BPH Migas, Fanshurullah juga mengamini, sebagai amanah UU Migas, pemerintah telah membuat master plan infrastruktur gas dalam Rencana Induk Jaringan Transmisi dan Distribusi Gas Bumi Nasional (RIJTDGBN). Ketentuan ini juga sudah dicantumkan dalam Keputusan Menteri (Kepmen) tahun 2012.

Namun, pembangunan infrastruktur gas masih belum maksimal. “Dalam implementasinya, Badan Usaha banyak tidak konsisten terhadap roadmap tersebut,” kata Fanshurullah.

Sejatinya, permasalahan mengenai alokasi dan pembeli gas tidak perlu menjadi masalah jika pemerintah punya master plan pembangunan infrastruktur gas dari hulu ke hilir.

Head of Marketing and Product Development Division Perusahaan Gas Negara (PGN), Adi Munandir bilang Indoensia hingga saat ini belum juga memiliki masterplan pembangunan infrastruktur gas.

Padahal masterplan diperlukan untuk mengimpletasikan perencanaan mulai dari produksi gas, pengembangan infraatruktir gas, hingga industri yang akan dibangun.

“Di Indonesia belum ada, industrinya di Kemenperi, alokasi gas di ESDM, dan produksi gas di SKK Migas. Padahal kalau bangun Sumatera-Jawa, gas jadi tahu diambil dari mana, ruas mana yang akan dibangun dan kapan infrastruktur dibangun,” imbuh Adi pekan lalu.

Rencana proyek pipa gaa yang selama ini dilelang pun dianggap tidak efektif. Adi mencontohkan pembangunan infrastruktur gas Kalija dan Cisem yang hingga saat ini belum juga dibangun.

“Kalau sudah punya masterplan ada target, karena sudah ada perencananan bangun industri disini, ada yang mengembangkan,” katanya.

Related posts

Leave a Comment